Menemukan Kembali Idola Kita
Segala puji bagi Allah yang maha segala, maha memberi hidayah, maha penuntun hati ini. Yang dengan menyebut namaNya kita saling meminta. Yang dengan menyebut namaNya kita memohonn supaya dada-dada kita dipenuhi dengan kecintaan kepada akhirat. Untuk akhirat saja.
Kita semua sudah faham tentang Muhammad Al Fatih. Seorang panglima perang yang berhasil menaklukkan konstantinopel dengan begitu gagahnya.
Rosulullah SAW sudah mengabarkan sebelumnya, bahwa yang bisa menaklukkan konstantinopel panglimanya adalah paglima terbaik. Prajuritnya adalah prajurit terbaik. Dan pada saat itu moment terbaik diambil oleh Muhammad Al Fatih. Sang penakluk konstantinopel. Setelah sebelumnya banyak pasukan sebelum periode beliau berusaha meraih keridhaan Allah menjadi panglima terbaik.
Kita juga sudah tahu betul cerita tentang Bilal. Siapa itu Bilal? Budak yang dengan gagahnya mengucap kata Ahad. Dan berani ‘menjual’ raga dan dirinya untuk keyakinannya.
Kita juga sudah faham cerita tentang Julaibib. Sang lelaki langit.
Ketika hidayah sampai pada dirinya, dan Rasulullah sang lelaki mulia menanyakan akankah Julaibib mau menikah. Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum tanpa menyesali takdir Allah sama sekali, “Siapakah orangnya ya Rasulallah, yang menikahkan putrinya dengan diriku ini?” karena ia menyadari dirinya; miskin papa dan tidak berkeluarga, berfisik cacat pula. Seolah, tiada seorang pun yang memperhatikannya, ada dan tiadanya adalah sama.
Lalu dibawalah Julaibib menuju ke rumah seorang gadis. Rasulullah sendiri yang melamarkannya. Melihat julaibib yang dibawa untuk sang gadis, rasa tidak rela dirasa oleh orang tua si gadis. Tapi hidayah berkata lain, sang gadis menerima pinangan itu. Pinangan julaibib.
Tapi kebersamaan Julaibib dan sang gadis tidak berlangsung lama. Bidadari dan langit terlampau merindukan Julaibib, si lelaku langit. Subhanallah.
***
Dan sidang pembaca blog yang dirahmati Allah, kita punya kisah-kisah ajaib ini, kita punya moment-monent indah seperti ini. Maka tak urung jualah kita selayaknya mempelajari kisah-kisah umat terdahulu kita. Umat-umat yang sudah disabdakan oleh Nabi kita Nabi Muhammad SAW.
sebaik-baik generasi adalah generasi ketika aku diutus, kemudian generasi sesudahnya dan generasi sesudahnya
Ambil sebanyak-banyak ibrah yang bisa kita ambil. Karena mereka yang telah menunjukkan pada kita bagaimana membangun bata keimanan dengan begitu anggunnya. Mereka yang menyatukan rantai keyakinan kepada akhirat dengan begitu luar biasanya.
Moment-moment seperti inilah yang harus kita pelajari dan kita aplikasikan dalam kehidupan kita ini. Bukan yang lainnya.
Semoga Allah melindungi kita semua dari mengidolakan yang tidak menyelamatkan. Dan Allah senantiasa menuntun kita kepada perbaikan dan kebaikan.

Ikut Berkontribusi