Filed under: Uncategorized
• 8:36 pm 0
Forum Silaturahim Alumni 2004 SMA MTA
Bermula dari luapan hati seorang teman yang ingin mengadakan reuni, dia megkonfirmasikan pada teman-teman solo, jogja dan semarang untuk membahas acara ini. Di mulai dari pertemuan perdana di tempat yang indah nan sejuk yakni masjid Agung Surakarta. Disanalah dimulainya kesepakatan dari ketiga wilayah untuk mengadakan acara reuni ini dan di bentuk sebuah panitia sementara.
Selama sebulan, sekelompok panitia yang diketuai oleh Zaid Sudarsono telah mempersiapkan acara ini. Mulai dari ijin kepala sekolah dan Al-Ustadz,pembuatan proposal, undangan, permohonan sponsor, pembentukan jarkomwil, rapat panitia setiap minggu, dsb…
Tanggal 9 April 2009 pukul 17.00 WIB, persiapan acara di TKP yakni masjid SMA MTA yang tercinta ini. Panitia dan OSIS SMAT MTA bekerja dari sore sampai pagi agar acara FORUM SILATURAHIM ALUMNI SMA MTA ANGKATAN 2004 berjalan lancar. Semoga dengan diadakan acara ini, ukhuwah kita semakin kuat, terjaga dan menjadi barokah, transfer ilmu dan informasi antar teman lebih mudah.
Blog ini dibuat sebagai salah satu media forum alumni SMA MTA agar transfer informasi dari teman-teman alumni 2004 lebih mudah.
Filed under: Uncategorized
Januari 29, 2008 • 9:45 am 1
Sebab CINTA memang harus diupayakan
Sebab CINTA memang harus diupayakan
Suatu kali seorang teman bertanya kepada saya:
“Lady, ada 2 pilihan untukmu.
Menikah dengan orang yang kau cintai
mencintai orang yang kau nikahi
Mana yang kau pilih?”
Saat itu spontan saya memilih yang kedua: mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya).
“Kenapa?”
Hhm… iya ya, kenapa?
Sebab jodoh adalah hal yang pasti, meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk meciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri.
Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah.
Itu jawaban saya saat itu. Tetapi, beberapa jenak setelah itu, saya termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Lalu, saya pun meneruskan pertanyaan itu ke temen saya yang lain.
Dan dia menjawabnya sama dengan jawaban saya.
Tetapi, saya ragu atas jawaban itu, benarkah begitu?
Pilihan pertama, menikah dengan orang yang saya cintai, mengalirkan energi dan semangat untuk meraih sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu adalah hal yang sangat menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya, sebab cinta itu sudah dilegalkan.
Pilihan kedua, mencintai orang yang saya nikahi, hhmm… pasrah, menerima nasib. Ah tidak, saya menterjemahkannya menjadi bentuk syukur kepada-Nya. Sebab apa yang telah Allah pilihkan untuk kita, tentu itulah yang terbaik. Maka, kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta, menumbuhkan dan merawatnya.
Bukankah jika saat ini saya mencintai seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh begitu saja? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat saya mencintainya. Lalu, kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya?
Tetapi, sekali lagi, betapa menyenangkan jika yang pertamalah yang menjadi pilihan, menikah dengan orang yang saya cintai, sebagaimana Fathimah yang menikah dengan Ali, sebagaimana Khadijah yang menikah dengan Muhammad.
Tetapi, kalaupun akhirnya Allah memilihkan orang yang lain, maka pilihan kedua pun bukan hal yang tidak menyenangkan. Tidak ada yang tidak mungkin. Sebab cinta memang harus diupayakan.
Bagaimana dengan anda? Apakah akan menikah dengan orang yang anda cintai, atau akan mencintai orang yang anda nikahi?
dikirim oleh : Irmawan Sejati | irmawan-nasri88.blogspot.com
Filed under: Social
November 19, 2007 • 3:39 am 6
Kunjungan Ke Sma? Perlu Kagak Ya?
Perkenalkan saya kumbang, bukan nama sebenarnya tentu saja. Telah sedikit melanglang di sempitnya dunia ini. Setelah lulus dari SMA MTA SURAKARTA jalan Kyai Mojo, tiada perlu kusebutkan dengan detail di mana aku bercokol saat ini, yang jelas masih di jawa tengah tentunya, bukan di jawa timur, jawa barat, jakarta apalagi luar jawa, ya aku masih di sekitar sini saja.
Dan untuk sekedar info yang tiada penting saja, aku masih duduk di bangku kayu perkuliahan yang kadang terlalu dingin dan juga kasar untuk tetap kududuki. Beberapa saat yang lampau, kawanku yang punya teman dari kawanku yang lain berujar tentang apakah kita perlu untuk melakukan ‘event tahunan’ ke sma mta surakarta. ‘Event tahunan’ …hmm sebuah kata yang lumayan menggelitik reaksi otak kiri saya untuk kembali berpikir apakah ini hanya sekedar even saja. Okelah kita lupakan tentang penyebutan even tahunan tersebut, dan menginjak untuk sesi berikutnya yakni penjelasan lebih detail tentang maksud ditulisnya judul ini. Read the rest of this entry »
Filed under: Catatan
September 3, 2007 • 6:51 am 3
Pengajian Akbar Jelas Reuni Akbar
Seperti yang rekan-rekan semua ketahui dan ikuti, minggu tanggal 3 september 2007 kemarin kita baru saja melangsungkan pengajian akbar yang terletak di TBS atau sering dipanjangkan dengan title Taman Budaya Surakarta. Luar biasa, sungguh akbar, pembicaranya pun tidak tanggung-tanggung yakni Bapak Din Syamsudin, dan Juga Gus Sholeh, kedua pembicara yang seperti kita ketahui bersama merupakan tokoh penting dalam perjalanan Islam di Indonesia.
Seperti pengajian akbar-akbar sebelumnya, tapi bedanya ini lebih akbar dari keakbaran pengajian sebelumnya, jelas mendatangkan selain para pembicara juga rekan-rekan alumni SMA MTA surakarta, yang tanpa diudang merelakan diri untuk bisa menghadiri pengajian akbar ini.
Pernah suatu saat saya, mendapat eSeMeS dari seorang sahabat saya perihal pengajian akbar ini, isinya kurang lebih seperti ini:
“Besok kamu datang pengajian akbar di ***** gak, kita ketemuan di sana ya? maklum dah lama gak ketemu “
begitulah kira-kira isi dari eSeMeS rekan saya itu, walaupun isinya gak Saktrep juga Sakplek dengan yang diesemeskan temanku padaku dahulu, tapi paling tidak makna implisit yang berusaha teruraikan juga sama. Walaupun jarang2 sms berisi full karakter tanpa ada singkatan kata, tapi yang jelas anda terlalu banyak mengkritisi intinya khan isinya bukan. Maka sayapun bersemangat untuk datang ke pengajian itu, entah bersemangat dengan bertambahnya semangat ataukah bersemangat yang sebelumnya tidak bersemangat setelah menerima SMS dari rekanku itu.
Filed under: Catatan
September 1, 2007 • 10:13 am 1
Refleksi Sekian Tahun Jadi Alumni SMA MTA
Sudah sekian tahun aku lulus dari SMA MTA Surakarta, sebuah sekolah yang telah banyak mendidikku menjadi seperti ini, seperti ini paling tidak sebuah kemajuan yang menurutku cukup siginifikan, walaupun memang sebuah kesignifikanan itu adalah sebuah pekara relatif yang semua orang bisa punya ukuran yang berbeda-beda dalam memberikan arti kemajuan itu sendiri.
Beberapa pengetahuan, mulai dari cara hidup mandiri, cara tetap survive di dalam pergolakan ruang dan waktu, berkenalan dan bergaul dengan banyak orang dan juga banyak background sosial. Maaf bukan maksudku mendiskreditkan rekan yang tidak alumni namun pengalaman ini merupakan pengalaman ku ketika hidup berasrama di SMA MTA, yang saya anggap banyak mengajarkan arti pertemanan dan kesabaran.
Filed under: Catatan







Baru Saja Ikut